Minggu, 24 September 2017

Bisnis yang sangat menguntungkan ? Bengkel Motor,Aksesoris Motor ,Modifikasi Motor

Peluang Bisnis yang sangat menguntungkan ? Bengkel Motor,Aksesoris Motor ,Modifikasi Motor - Pasar sepeda motor di Indonesia terus bertumbuh kencang dalam beberapa tahun terakhir. Seiring dengan itu, bisnis seputar sepeda motor pun juga menggeliat. Salah satunya bisnis bengkel sepeda motor. Belakangan bisnis  Bengkel Motor,Aksesoris Motor ,Modifikasi Motor ini pun menjamur.

Tengok saja, di sepanjang jalan, kini banyak bengkel sepeda motor berdiri. Ini menunjukan bahwa bisnis peralatan bengkel sepeda motor memang moncer. Di karenakan harga motor bekas dan harga motor baru itu sangat mudah di dapatkan dan kenderaan anti macet .Itu pula sebabnya, semakin banyak pengusaha bengkel menunjukkan kemitraan semoga usahanya makin berkibar.


Salah satunya, Willy Dreskandar, pemilik  franchise bengkel motor berjulukan F-16 Indonesia Workshop Association (FIWA) di Ciledug, Tangerang. Ia mendirikan bengkel ini pada tahun 2008 dan mulai menunjukkan kemitraan semenjak tahun 2010.

Kini, dia sudah memiliki 18 mitra yang tersebar di aneka macam daerah, ibarat Medan, Bandar Lampung, Jakarta, Surabaya, Pekanbaru, Balikpapan, dan Samarinda. "Dan ada dua mitra lagi yang sudah meneken kontrak kerja sama di Padang dan di Jakarta," kata Willy.

Dalam kemitraan ini, dia hanya menunjukkan satu paket kerja sama senilai Rp 70 juta. Dengan membayar sebesar itu, mitra akan menerima peralatan bengkel standar termasuk digital tachometer. Yakni, alat yang mampu digunakan untuk mengukur kecepatan putaran mesin.

Selain itu, mitra juga mendapat dua orang mekanik yang sudah dilatih di bengkel F-16 pusat, satu orang penjaga toko, dan satu orang mekanik senior F-16 yang akan melaksanakan pendampingan.


Namun, selain membayar administrasi fee senilai Rp 70 juta tersebut, mitra juga harus membeli perlengkapan onderdil atau suku cadang dan aksesoris sepeda motor senilai Rp 150 juta. Aksesori ini penting karena bengkel F16 melayani juga modifikasi sepeda motor. "Namun nilai belanja onderdil dan komplemen sepeda motor itu mampu berkurang atau bertambah karena sifatnya sesuai dengan kebutuhan," ujar Willy.

Beberapa perlengkapan harga sparepart motor  yang perlu dibeli ibarat ban, busi, oli, spion, rantai dan lain-lain. Jika ditambah dengan biaya sewa tempat, estimasi modal awal yang perlu disiapkan mitra mencapai Rp 300 juta.

Willy mengklaim, modal tersebut mampu balik dalam kurun waktu 19 bulan. Asumsinya, omzet per bulan mampu mencapai sekitar Rp 110 juta-Rp 120 juta, dengan laba bersih sekitar 16%. "Tapi yang terperinci di bulan pertama ada kemungkinan masih rugi, karena pelanggan belum banyak tahu," ujarnya.

Baru masuk bulan keempat, Willy berani menjanjikan ada peningkatan pendapatan seiring makin banyaknya pelanggan bengkel motornya. Berdasarkan pengalamannya, dalam satu hari rata-rata ada 10 sepeda motor yang masuk ke bengkel. Rata-rata tarif service mencapai Rp 100.000 per sepeda motor. Adapun tarif modifikasi standar sebesar Rp 250.000.

Amir Karamoy, Ketua Dewan pengarah Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) melihat, prospek bisnis  Bengkel Motor Terbaru ,Aksesoris Motor Teranyar , Modifikasi Motor terkini masih cerah seiring tingginya penjualan sepeda motor di Indonesia. "Tapi harus diingat persaingan bengkel sepeda motor sangat ketat," ujarnya.


Maka itu, dia menyarankan mitra bisnis ini mencari perbedaan dengan bengkel yang lainnya. "Akan lebih baik lagi jikalau bengkel itu bukan sekadar memberi jasa service dan penjualan spare part melainkan juga jasa lainnya ibarat modifikasi dan pencucian sepeda motor," imbuh Amir. ( Berita Dan Informasi Mobil Terkini )

Sumber http://hargalamborghini66.blogspot.co.id/

0 komentar:

Posting Komentar